|2| SIAPA PELAKUNYA?
Selesai kelas, Reyza langsung mengajak Leana pergi mencari tempat les.
“Leana, ayo kita pergi” ucap Reyza.
“Pergi kemana?” tanya Leana bingung.
“Cari tempat les bela diri, tapi kamu lapar enggak? Kalau lapar kita pergi makan dulu” ucap Reyza.
“Jadi kamu serius mau aku les bela diri?” tanya Leana masih tidak percaya dengan perkataan Reyza.
“Iya, Lea, bukannya dulu kamu ingin belajar bela diri?” tanya Reyza.
“Ya iya terus kan kamu enggak boleh, kenapa sekarang malah suruh aku les?” ucap Leana kebingungan.
“Aku takut kehilangan kamu, Leana. Jadi aku berharap kamu bisa melindungi diri sendiri kalau ada apa-apa” ucap Reyza.
“Yah kalau misalnya aku enggak ada, kamu bisa cari perempuan lain yang lebih cantik dari aku, betul enggak?” tanya Leana.
"Benar juga sih, perempuan yang lebih cantik dari kamu kan ada banyak ya."
Mendengar perkataan Reyza, membuat bibir Leana monyong lima centimeter.
"Tapi aku maunya cuman sama kamu" lanjut Reyza dengan senyum jahil di bibirnya.
"Huft, aku bikin kamu jadi ayam geprek juga nih, terus aku jual ke Benso" balas Leana.
"Hahaha ya sudah, aku udah lapar nih, jadi berangkat enggak kita?" tanya Reyza.
"Oke deh, aku mau" ucap Leana.
"Gitu dong! Sekarang kita cari tempat makan dulu ya, kamu mau makan apa?" tanya Reyza.
“Terserah kamu saja, Rey” jawab Leana.
“Kalau gitu kita makan bakso ya” ucap Reyza.
“Hmm aku lagi enggak kepingin makan bakso, kita makan nasi Padang saja deh” ucap Leana.
“Tadi katanya terserah, dasar cewek, suka begini kalau diajak makan haha” ucap Reyza sambil menggelengkan kepala.
“Yang lebih sering bilang terserah kan kamu” ucap Leana sambil menjulurkan lidah untuk meledek Reyza.
Reyza membalas perkataan Leana, “Iya tetapi aku kalau udah bilang terserah ya terserah, enggak kayak kamu, bilang terserah tetapi ujung-ujungnya kamu pilih sendiri haha”
Leana merasa kesal lalu berkata, “Iya deh iya, panjang urusannya kalau debat sama kamu.”
“Dasar, untung kamu lucu, kalau enggak sudah aku karungi kamu haha” ucap Reyza.
Setelah berdebat panjang kali lebar, Reyza dan Leana akhirnya pergi ke Rumah Makan Padang. Pada saat makan, Leana bertanya, “Aku tiba-tiba kepikiran, kamu lihat wajah pembunuhnya atau enggak?” Mendengar pertanyaan itu, wajah Reyza berubah pucat, dan dia kebingungan harus menjawab apa. Akhirnya Reyza menjawab, “Aku tidak begitu jelas, soalnya mukanya samar-samar.”
"Coba kamu ingat lagi, kalau kamu ingat, kita kan bisa tahu siapa orangnya, terus tinggal jaga jarak sama dia" ucap Leana.
"Aku enggak ingat, Leana. Pokoknya, kamu harus hati-hati, karena pembunuhnya bisa siapa saja, termasuk orang terdekatmu" jawab Reyza.
"Kamu kok berkata seperti itu, aku kan jadi takut" balas Leana.
"Ya sudah, kita makan saja, tidak perlu membahas hal-hal yang menyeramkan seperti ini" ucap Reyza.
Mereka pun melanjutkan makannya dan larut dalam pikiran masing-masing sehingga suasana menjadi hening.
|3| KECEMASAN YANG TERPENDAM