Pengalaman Beli Rumah di Tangerang Selatan, Rumah Developer VS Rumah Second
Sebelum menikah, aku dan pasangan memutuskan untuk membeli rumah terlebih dahulu. Supaya setelah menikah, kami dapat hidup mandiri dan membangun keluarga kecil kami. Alasan kita cari rumah di Tangsel itu karena kita dulu kuliah di daerah sana dan kita suka sama lingkungannya, banyak tempat makan, kelihatannya juga tertata rapi.
Persoalan pertama dalam mencari rumah, yaitu menyesuaikan budget kita dengan rumah yang ada. Jika sudah ketemu beberapa rumah yang sesuai, lanjut ke persoalan yang kedua yaitu menentukan mau rumah baru dari developer atau rumah second (rumah developer vs rumah second). Pada saat itu, kita memutuskan untuk memilih rumah baru dari developer karena kita takut kalau rumah second dalamnya banyak yang rusak, entah bocor atau retak. Setelah memutuskan hal itu, kita pergi ke beberapa show unit, dan akhirnya menemukan rumah yang kita rasa cocok.
Di sana kita baru tahu ternyata tidak bisa langsung memesan rumah (maklum baru pertama kali beli rumah :D), tapi harus mendapatkan nomor antrian dulu. Dengan cara memberikan deposit sebesar lima juta rupiah, baru kita dapat nomor antrian. Setelah itu, baru kita memilih mau posisi rumah yang mana, dan jika sudah setuju kita diminta uang tanda jadi sebesar 20 juta. Jadi kira-kira kita sudah membayar 25 juta ke developer dan beberapa hari kemudian aku baru tahu dari saudara kalau banyak rumah second yang masih baru. Jadi pemiliknya cuman beli rumah untuk investasi bukan untuk ditempati sehingga bisa jadi bangunannya masih bagus.
Dari situ aku diajak keliling sama saudara untuk melihat rumah second, karena menurut dia lebih baik rumah second. Setelah aku lihat-lihat ternyata ada beberapa rumah second dengan harga yang mirip tapi tanahnya lebih luas atau ukuran tanahnya sama tapi harganya lebih murah. Aku jadi bingung mau lanjut cicil rumah developer tadi atau memilih rumah second tapi merelakan uang 25 juta :(
Yah karena sayang dengan uang itu, aku jadi memilih rumah baru dari developer, padahal lebih menarik rumah second tadi. Ada juga alasan lain kenapa kita memilih rumah dari developer yaitu metode pembayarannya. Kalau rumah second DP rumahnya tidak bisa dicicil sedangkan waktu itu DP rumah dari developer bisa dicicil 10 sampai 24 kali dan pengajuan KPR rumah dari developer lebih mudah diterima oleh bank. Begitulah pengalaman kami dalam membeli rumah pertama :D